SATRIO PINANDITO SINISHAN WAHYU

Krisis politik di Timur tengah yang akhirnya menurunkan Hosni Mubarak dari kekuasaannya di Mesir, kemudian Muamar Khadaffi di Libya, adalah sedikit dari beberapa contoh yang memeperlihatkan begitu berpengaruhnya seorang pemimpin dalam sebuah negara. segala ruang gerak dari seorang pemimpin sangat rentan terhadap pembicaraan orang banyak. Banyak asumsi yang mengatakan bahwa segala tingkah laku dari sebuah negara merupakan cerminan dari pemimpinnya. sehingga segala situasi dan kondisi sebuah negara baik dan buruknya tergantung dari kemampuan pemimpinnya dalam menangani berbagai permasalahan yang terjadi di negaranya.
Mengingat begitu pentingnya peran pemimpin dalam sebuah negara maka perlu adanya sebuah kriteria yang dimiliki oleh seorang pemimipin. Sebenarnya ada istilah jawa mengenai kepemimpinan yang bisa digunakan oleh semua pemimpin di seluruh dunia, yaitu Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.
Seorang pemimpin harus memiliki jiwa Satrio (Berani). Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan dalam segala situasi. Khadaffi misalkan, yang berkuasa selama 41 tahun di Libya. Jika dilihat dari masa jabatan yang di pegangnya, dia merupakan salah satu dari beberapa pemimpin di dunia yang berhasil memimpin begitu lama, namun di akhir kekuasaannya malah dikotori dengan ketakutan dia dalam memutuskan untuk mundur dari jabatannya, padahal begitu banyak aksi dari masyarakat yang begitu keras yang memperlihatkan bahwa dia sudah tidak lagi mendapatkan legitimasi dari masyarakat untuk memimipin, seharusnya dia berbesar hati dan berani untuk turun dari kekuasaannya, karena kekuatan dari seorang pemimpin adalah legitimasi dari masyarakatnya, tanpa legitimasi dari masyarakat, pemimpin tidak akan ada apa-apanya.
Pinandito, seorang pemimpin harus berwawasan luas. Seorang pemimpin tidak hanya tau tentang filsafat, tetapi juga tatapi juga film barat, tidak hanya tau tentang tokoh politik tetapi juga toko apotik, artinya seorang pemimpin harus bisa masuk ke segala aspek, tanpa wawasan yang luas, seorang pemimpin tidak akan masksimal dalam menjalankan kepemimpinannya. Salah satu wawasan yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah kemampuan management. Kemampuan manajerial sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Kegagalan seorang pemimpin sebagian besar terdapat pada buruknya kemampuan manajerialnya. tugas terberat seorang pemimpin adalah menyeimbangkan antara input (masukan) dan dan output (kebijakan). Baca teori sistem David Easton…
Untuk menyeimbangkan antara input dan output, dibutuhkan kemampuan manajerial dari seorang pemimpin.
Selanjutya, hal yang tak kalah penting adalah bertindak atas dasar hukum / petunjuk wahyu dari yang maha kuasa (sinisihan wahyu). Berani, dan wawasan yang luas saja tidak cukup untuk menjadi seorang pemimpin. Hitler, Mussolini merupakan ikon yang pas untuk dijadikan contoh pemimpin yang memiliki keberanian dan wawasan yang luas namun bertindak berdasarkan rasionalitasnya sebagai seorang manusia. Selama memimpin Nazi, bagitu banyak kejahatan yang dia lakukan. Seperti membasmi orang-orang cacat, bayi yang volume otaknya kecil, orang yahudi dan lebih parahnya lagi, orang jerman dibebaskan untuk melakukan seks bebas.
Beradasarkan contoh di atas, Maka Satrio Pinandito Sinisihan wahayu merupakan dosis yang pas yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin di seluruh dunia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s